Waktu yang paling bagus dan indah
untuk ber-interaksi dengan Allah Swt adalah tenggah malam. Dan, ibadah
paling adalah sholat lima waktu berjamaah. Selanjutnya, ibadah sholat paling
istimewa setelah sholat lima waktu adalah Qiyamullail (sholat Malam).
Bagi Nabi Saw sholat malam menjadi bagian dari hidupnya. Beliau tidak pernah
melewatkan malam, kecuali untuk bermunajat melalui ibadah sholat Malam. Bagi
Nabi Saw, sholat malam, sedangkan bagi pengikutnya, sholat malam itu sunnah.
Sholat sunnah yang dilakukan setiap
malam akan menjadi indah dan menarik, serta memiliki karamah, ketika bisa
laksanakan secara istikomah. Sampai-sampai ulama’ hikmah mengatakan:’’ istikomah
itu lebih baik dari pada seribu karamah’’. Dengan istikomah, Allah Swt akan
memunculkan keajaiban-keajaiban yang kadang tidak pernah terbesit sedikitpun di
dalam benaknya.
Bulan Ramadhan salah satu moment
penting untuk belajar istikomah sholat malam. Nabi Saw dengan tegas
mengatakan:’’ barang siapa yang melaksanakan qiyam ramadhan atas dasar iman
dan semata-mata karean mengharap pahala, maka Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa
yang pernah dilakukan (HR Bukhori). Para sahabat Nabi Saw dan para tabiin
benar-benar memahami kandungan hadis ini. Umar Ibn Al-Khattab ra yang
memahami hadis ini kemudian melaksanakan qiyam ramadhan hingga 20 rakaat.
Sahabat dan tabiin, serta para imam-imam mujtahid juga demikian. Mengingat
makna yang tersirat dalam hadis itu bersifat umum, maka apa yang dilakuan Umar
Ibn Al-Khattab ra menjadi keputusan para sahabat hingga sekarang.
Menghidupkan malam Ramadhan dengan
tarawih 20 rakaat setelah sholat isak terasa belum sempurna jika belum
menunaikan ibadah tahajud dan witir. Secara umum, Allah Swt di dalam al-Qur’an
menganjurkan qiyamullail, berdoa dan memohon ampun kepada Allah Swt. QS
Al-Insan (76:26) yang artinya:’’Dan pada sebagian dari malam, Maka sujudlah
kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.
Dan, QS Al-Mujammil (73:13) yang artinya:’’Hai orang yang berselimut
(Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit
(daripadanya). Yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
Pada bulan suci Ramadhan, yang
secara khusus waktu dan situasi mendukung untuk ibadah sholat sunnah. Sudah
saatnya, masing-masing berusaha menghidupkan malam dengan tarawih dan tahajutan
setiap malam. Bangunkan istri atau suami, serta anak-anaknya untuk bersama-sama
meraih rahmat dan pengampunan Allah Swt. Orang ahli hikmah seringkali
mengatakan:’’ barangsiapa yang ingin memperoleh makom (posisi) yang mulia,
hendanya banyak bangun malam’’. Tidak mudah untuk istikomah sholat malam,
namun jika sudah terlatih dan istikomah, akan merasa indah dan nikmat. Sehari
saja ketinggalan sholat malam, terasa ada yang kurang di dalam menjalankan
aktifitas sehari-hari.
Agar supaya hidup semakin mulia di
sisi Allah Swt dan membawa manfaat bagi umat. Pada bulan Ramadhan ini,
ada baiknya niat dengan tekad yang bulat untuk memulai qiyamullail setiap
malam, walaupun hanya 2-4 rakaat. Di dalam keterangan hadisnya, Nabi Saw
menjanjikan bagi setiap orang yang istikomah sholat malam dengan tempat yang
mulia. Rosulullah Swt menuturkan:’’ setiap malam tuhan kita turun ke bumi
para pertiga malam ahir, lalu Allah Swt dawuh:’’ siapakah yang berdoa kepadaku,
akan aku jawab? Siapa yang meminta akan aku beri? Siapa yang memohon ampun
kepadaku niscaya aku ampuni dia’’(HR Bukhori dan Muslim).
Sebelum sahur, atau setelah
sahur, merupakan waktu istimewa. Gunakan waktu itu untuk bermunajat dan
interaksi dengan Allah Swt, satukan hati dan pikiran untuk menghadap Allah Swt.
Nabi Saw pernah mengatakan:’’sesungguhnya di malam hari (tenggah malam),
terdapat waktu khusus yang tidak dipanjatkan oleh seorang laki-laki di antara
kalian sebuah doa kepada Allah Swt, baik urusan dunia atau ahirat, kecuali akan
diberikan kepadanya. Dan ini setiap malam (HR Muslim dan Ahmad).
Anda ingin bahagia, mulia, serta
kecukupan urusan dunia dan kelak masuk surga. Sudah saatnya, kita merubah
menjadi lebih baik. Ramadhan ini harus lebih baik dari pada Ramadhan yang lalu.
Menghidupkan malam ramadah sama dengan meraih berkah, rahmat, rejeki, serta
kebaikan yang telah dijanjikan Nabi Saw. Urusan dunia dan ahirat hanya bisa
diraih dengan istikomah qiyamullail setiap malam. Dengan catatan, semua itu
dilakukan atas dasar iman dan semata-mata mengharap rahmat Allah Swt.
Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2012/07/27/menanti-rahmat-ilahi-di-malam-ramadhan-481126.html
siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip
BalasHapus