Sabtu, 16 Februari 2013

Menanti Rahmat Ilahi di Malam Ramadhan

Sudah bukan rahasia lagi jika Ramadhan tiba semua umat semua berlomba memaksimalkan ibadahnya demi meraih ampunan-Nya. Walaupun tidak sedikit orang yang, umat islam yang masih enggan melaksanakan puasa, apalagi menghidupkan malamnya dengan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Ada juga yang terang-terangan, serta bangga makan dan merokok di pinngir jalan. Merekalah yang di sebut dengan ‘’Al-Mujahirin’’ yang harus diberi pelajaran. Semoga mereka segera mendapatkan pentunjuk-Nya.

            Waktu yang paling bagus dan indah untuk ber-interaksi dengan Allah Swt adalah tenggah malam.  Dan, ibadah paling adalah sholat lima waktu berjamaah. Selanjutnya, ibadah sholat paling istimewa setelah sholat lima waktu adalah Qiyamullail (sholat Malam). Bagi Nabi Saw sholat malam menjadi bagian dari hidupnya. Beliau tidak pernah melewatkan malam, kecuali untuk bermunajat melalui ibadah sholat Malam. Bagi Nabi Saw, sholat malam, sedangkan bagi pengikutnya, sholat malam itu sunnah.
            Sholat sunnah yang dilakukan setiap malam akan menjadi indah dan menarik, serta memiliki karamah, ketika bisa laksanakan secara istikomah.  Sampai-sampai ulama’ hikmah mengatakan:’’ istikomah itu lebih baik dari pada seribu karamah’’. Dengan istikomah, Allah Swt akan memunculkan keajaiban-keajaiban yang kadang tidak pernah terbesit sedikitpun di dalam benaknya.
            Bulan Ramadhan salah satu moment penting untuk belajar istikomah sholat malam. Nabi Saw dengan tegas mengatakan:’’ barang siapa yang melaksanakan qiyam ramadhan atas dasar iman dan semata-mata karean mengharap pahala, maka Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan (HR Bukhori). Para sahabat Nabi Saw dan para tabiin benar-benar  memahami kandungan hadis ini. Umar Ibn Al-Khattab ra yang memahami hadis ini kemudian melaksanakan qiyam ramadhan hingga 20 rakaat. Sahabat dan tabiin, serta para imam-imam mujtahid juga demikian. Mengingat makna yang tersirat dalam hadis itu bersifat umum, maka apa yang dilakuan Umar Ibn Al-Khattab ra menjadi keputusan para sahabat hingga sekarang.
            Menghidupkan malam Ramadhan dengan tarawih 20 rakaat setelah sholat isak terasa belum sempurna jika belum menunaikan ibadah tahajud dan witir. Secara umum, Allah Swt di dalam al-Qur’an menganjurkan qiyamullail, berdoa dan memohon ampun kepada Allah Swt. QS Al-Insan (76:26) yang artinya:’’Dan pada sebagian dari malam, Maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari. Dan, QS Al-Mujammil (73:13) yang artinya:’’Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). Yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
            Pada bulan suci Ramadhan, yang secara khusus waktu dan situasi mendukung untuk ibadah sholat sunnah. Sudah saatnya, masing-masing berusaha menghidupkan malam dengan tarawih dan tahajutan setiap malam. Bangunkan istri atau suami, serta anak-anaknya untuk bersama-sama meraih rahmat dan pengampunan Allah Swt. Orang ahli hikmah seringkali mengatakan:’’ barangsiapa yang ingin memperoleh makom (posisi) yang mulia, hendanya banyak bangun malam’’. Tidak mudah untuk istikomah sholat malam, namun jika sudah terlatih dan istikomah, akan merasa indah dan nikmat. Sehari saja ketinggalan sholat malam, terasa ada yang kurang di dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.
            Agar supaya hidup semakin mulia di sisi Allah Swt dan membawa manfaat bagi umat. Pada bulan Ramadhan  ini, ada baiknya niat dengan tekad yang bulat untuk memulai qiyamullail setiap malam, walaupun hanya 2-4 rakaat. Di dalam keterangan hadisnya, Nabi Saw menjanjikan bagi setiap orang yang istikomah sholat malam dengan tempat yang mulia. Rosulullah Swt menuturkan:’’ setiap malam tuhan kita turun ke bumi para pertiga malam ahir, lalu Allah Swt dawuh:’’ siapakah yang berdoa kepadaku, akan aku jawab? Siapa yang meminta akan aku beri? Siapa yang memohon ampun kepadaku niscaya aku ampuni dia’’(HR Bukhori dan Muslim).
            Sebelum  sahur, atau setelah sahur, merupakan waktu istimewa. Gunakan waktu itu untuk bermunajat dan interaksi dengan Allah Swt, satukan hati dan pikiran untuk menghadap Allah Swt. Nabi Saw pernah mengatakan:’’sesungguhnya di malam hari (tenggah malam), terdapat waktu khusus yang tidak dipanjatkan oleh seorang laki-laki di antara kalian sebuah doa kepada Allah Swt, baik urusan dunia atau ahirat, kecuali akan diberikan kepadanya. Dan ini setiap malam (HR Muslim dan Ahmad).
            Anda ingin bahagia, mulia, serta kecukupan urusan dunia dan kelak masuk surga. Sudah saatnya, kita merubah menjadi lebih baik. Ramadhan ini harus lebih baik dari pada Ramadhan yang lalu. Menghidupkan malam ramadah sama dengan meraih berkah, rahmat, rejeki, serta kebaikan yang telah dijanjikan Nabi Saw. Urusan dunia dan ahirat hanya bisa diraih dengan istikomah qiyamullail setiap malam. Dengan catatan, semua itu dilakukan atas dasar iman dan semata-mata mengharap rahmat Allah Swt.
Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2012/07/27/menanti-rahmat-ilahi-di-malam-ramadhan-481126.html

1 komentar:

Entri yang Diunggulkan

HASIL BAHTSUL MASAIL SYURIYAH PWNU JAWA TIMUR

Unduh disini 👇 SURAT KEPUTUSAN HASIL BAHTSUL MASAIL HASIL KEPUTUSAN BAHTSUL MASAIL SEMOGA BERMANFAAT. AMIN YR'A 😊🤲